Atmosfir

PENCERAHAN

MENGAPA ORANG TAKUT MENGHADAPI KEMATIAN ?

Karena :

  1. Ia akan memasuki alam kehidupan lain yang sama sekali belum pernah dikenal atau dimasuki sebelumnya, sehingga tidak diketahui seluk beluknya alam kematian itu. Di lain pihak, orang yang mati lebih dulu tidak mungkin memberikan informasi segala sesuatu tentang alam sesudah mati kepada orang yang masih hidup.
  2. Ia akan meninggalkan semua yang dicintainya di dunia. Ya orangtuanya, kekasihnya, isteri, anak-anaknya, harta kekayaannya, pangkat dan kedudukan, dan segala apa saja yang dicintainya di dalam kehidupan dunia. Untuk meninggalkan semua yang dicintainya itu sungguh berat dirasakan. Sebaliknya, walaupun ia hidup di dunia tidak dalam keadaan kaya raya, bahkan hidup dalam kemiskinan dan kekurangan, tapi karena alam kehidupan dunia adalah kehidupan yang nyata dan kongkret ia alami, maka kehidupan sesudah mati adalah tetap merupakan sebuah alam misteri yang mendatangkan ketakutan, karena ia merasa lebih menderita tanpa teman, tanpa sanak saudara, tanpa orang lain, dan sebagainya.
  3. Karena kehidupan setelah kematian adalah saat siksa pembalasan atas dosa-dosa yang dilakukan semasa hidup di dunia sesuai ajaran agama yang dianutnya. Sementara manusia merasa, hidup di dunia tak lepas dari perbuatan dosa, seperti durhaka kepada orangtua, suka menipu, berdusta, berzinah, berbuat jahat pada orang lain, korupsi, merampok, membunuh, tidak bayar hutang, tidak sembahyang, tidak puasa, tidak bisa baca Al Quran, dan sebagainya. Jadi kematian merupakan sesuatu yang amat menakutkan bagi yang merasa banyak dosa.

Pertanyaan : Lalu adanya kehidupan sesudah mati informasinya atau keterangannya berasal dari mana ?

Jawab : Dari agama atau dari Tuhan melalui kitab suci.

Pertanyaan: Agama itu apa?

Jawab: Agama itu adalah penjelasan, keterangan dan tuntunan dari Tuhan kepada manusia agar manusia selamat dan bahagia di dunia dan akhirat..

Pertanyaan: Tuhan itu siapa?

Jawab: Tuhan adalah pencipta, pemilik dan penguasa dari semua alam kehidupan, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.

Pertanyaan: Lalu apa dan bagaimana Tuhan menginformasikan tentang adanya kehidupan setelah mati?

Jawab: Pertama, semua mahluk hidup di dunia akan mengalami kematian. Kedua, setelah kehidupan dunia, akan ada kehidupan setelah mati atau kehidupan akherat bagi manusia. Di dalam kehidupan akherat, manusia ditimbang berdasarkan perbuatan baik dan buruknya serta tingkat keimanannya pada Allah Sang Maha Pencipta. Perbuatan baik ganjarannya adalah kebahagiaan di akherat. Sedang perbuatan jahat, balasannya adalah siksa di akherat. Tapi menurut agama, Tuhan Maha Sayang pada manusia. Tuhan akan mengampuni perbuatan buruk dan jahat manusia apabila sebelum mati manusia menyesali dan mohon ampun dan bertobat pada Tuhan, serta tidak mengulangi perbuatan buruknya.

Pertanyaan: Lalu bagaimana upaya Tuhan agar manusia dapat mempercayai penjelasan agama ?

Jawab: Untuk itu Tuhan minta manusia berkomitmen dengan Tuhan bahwa manusia itu ada yang menciptakan, ada yang menguasai kehidupannya, yaitu Tuhan. Komitmen dengan Tuhan ini adalah dalam bentuk percaya atau beriman kepada Sang Pencipta, Sang Khalik, yaitu Allah SWT. Tanpa adanya komitmen ini, manusia niscaya tidak mempercayai informasi agama yang berisikan penjelasan dan tuntunan dari Tuhan. Dan Tuhan tidak memaksa manusia mengangkat komitmen, karena informasi agama bukanlah untuk kepentingan Tuhan melainkan untuk kepentingan, keselamatan dan kebahagiaan manusia sendiri. Tapi jika ada komitmen, manusia harus percaya dan yakin atas informasi agama. Di sini manusia mulai masuk pada dimensi keyakinan, keimanan atau tauhid.

Pertanyaan: Lalu apa efek setelah manusia mengangkat komitmen.

Jawab: 1) Percaya Tuhan adalah pencipta dan pemilik dari semua kehidupan. 2) Percaya ada kehidupan akherat setelah kehidupan dunia. 3) Percaya, bahwa kehidupan dunia adalah sementara (semua mahluk pasti mengalami kematian). Sedang kehidupan akherat adalah kekal (mahluk tidak lagi mengalami kematian). 4) Selama hidup di dunia manusia harus berbuat baik, menjaga kebersihan dan kesucian roh, tidak menimbulkan kerusakan di permukaan bumi. 5) Percaya dengan berbuat baik, manusia akan bahagia hidup di akherat. 6) Akhirnya, manusia tidak takut menghadapi kematian karena dengan demikian ia menuju pada kebahagiaan yang abadi.

Agama Islam meletakkan komitmen manusia dengan Tuhan, dalam bentuk pengucapan Kalimat Syahadat, yaitu “Saya percaya tidak ada tuhan selain Allah. Dan saya percaya Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

 

Implikasi dari komitmen ini adalah dalam bentuk Rukun Iman 6 Perkara yaitu suatu bentuk Tauhid yang percaya dan yakin sepenuh hati tanpa keraguan sedikitpun. Sebab bila ada keraguan walaupun sedikit, maka iblis akan memanfaatkannya untuk menjadikan manusia kufur. Sedang aplikasi dari komitmen adalah dalam bentuk Rukun Islam 5 Perkara, yaitu selain mengucapkan dua Kalimat Syahadat juga menjalankan kewajiban sholat, puasa, zakat dan ibadah haji bagi yang berkesanggupan.

Sholat adalah gerak perwujudan manusia dalam bentuk menyembah pada Sang Pencipta. Puasa adalah pengendalian diri terhadap hawa nafsu. Zakat adalah pembersihan diri dari kekuasaan harta. Sedang Haji adalah mengingatkan manusia akan sejarah dan asal usul manusia, sehingga manusia dapat meninggalkan perbuatan buruk, dan meneruskan perbuatan baik. Haji dapat dikatakan juga silaturahmi iman dari masa sekarang kepada masa lalu. 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: