Atmosfir

GEMERCIK

BERSUJUD

Malaikat bersujud pada Tuhan

Seluruh makhluk alam semesta bersujud pada Tuhan

Iblis bersujud pada Tuhan

Tapi Iblis dikutuk Tuhan karena menolak perintah Tuhan

Apa perintah Tuhan?

Tuhan memerintahkan malaikat dan Iblis agar bersujud pada manusia (Adam)

Malaikat bersujud pada manuisa

Tapi Iblis menolak

Tuhan bertanya pada Iblis,

kenapa kau tidak melaksanakan perintah-Ku ?

Iblis berkata, saya hanya bersujud pada Engkau ya Tuhan,

karena Engkau yang menciptakanku

Tapi saya tak mau bersujud pada manusia

Karena saya lebih mulia dari manusia

Saya Kau ciptakan dari api

Sedang manusia Kau ciptakan dari tanah

Api lebih mulia daripada tanah

Tuhan berfirman, enyahlah engkau dari surga

Tempatmu adalah neraka

Tapi iblis memohon pada Tuhan, agar diberikan kesempatan menggoda manusia

Agar manusia terjerumus pada kesesatan, sebagai teman setan di neraka

Tuhan berkata, manusia yang selalu ingat pada-Ku tak akan tergoda oleh bujuk rayumu

Jika Iblis bersujud pada Tuhan, bagaimana dengan manusia yang tak mau

bersujud pada Tuhan?

Apalagi bila ada manusia yang bersekutu dan menghamba pada setan

Maka manusia itu tentu akan sangat dikutuk Tuhan

Melebihi kutukan Tuhan terhadap setan

Karena ada firman Tuhan dalam Al Qur’an,

Tiada kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku. (Sanusi Arsyad)

(31-07-09)

 

EGOIS 1

Suatu hari di Baghdad, terjadi kebakaran besar di pusat perbelanjaan. Seseorang mengabarkan pada Sari as Saqati, seorang sufi, bahwa kiosnya terhindar dari api. Sufi itu mengangkat kedua tangannya, “Alhamdulillah”. Tapi sejak itu, ia hampir tak pernah terlihat keluar dari masjid. Ketika ditanya, ia menjawab ia sangat malu di depan orang-orang pemilik kios yang terbakar karena secara egois hanya memikirkan keselamatan dan keberuntungan diri sendiri.Karena itu ia terus memohon ampun pada Allah karena mengucapkan “Alhamdulillah” tidak pada tempatnya.

(Dari Nyanyi Sunyi Seorang Sufi)

 

EGOIS 2

Rasa takut senantiasa mencekam diri saya bilamana membayangkan kematian yang akan menjemput, mengingat kehidupan saya lebih banyak diisi oleh kekufuran, kemunafikan, kekejian dan kemungkaran daripada keshalehan, kemanfaatan, ketulusan dan keikhlasan. Tapi manakala saya mendengar tetangga sebelah rumah saya meninggal dunia, perasaan saya biasa-bisa, dan saya hanya mengucapkan “innalillahi wa inna illayhi rojiun”. Oh.., betapa egoisnya saya !! Ya Allah, ampuni saya… (Sanusi Arsyad)

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: