Atmosfir

April 12, 2016

MENDESAK, AMANDEMEN KEMBALI TERHADAP UUD 1945 PERUBAHAN HASIL AMANDEMEN 1999-2002

Filed under: Hukum,Uncategorized — arsyad1952 @ 12:13 am

MENDESAK, AMANDEMEN KEMBALI TERHADAP UUD 1945 PERUBAHAN HASIL AMANDEMEN 1999-2002

 

Akhir-akhir ini muncul desakan agar undang-undang dasar yang ada sekarang ini diamandemen kembali.

Mengapa UUD 1945 Perubahan (hasil amandemen 1999-2002) harus diamandemen kembali?

Karena, menurut saya, UUD 1945 Perubahan ditinjau dari segi dasar falsafah Pancasila memiliki cacat hukum dasar dan ideology.

Ini alasannya :

  1. UUD 1945-P menghapus kedudukan MPR RI sebagai pengejawantahan kedaulatan di tangan rakyat dan penjelmaan seluruh rakyat Indonesia.
  2. Dengan menurunkan MPR dari lembaga tertinggi Negara menjadi lembaga tinggi Negara biasa, UUD 1945-P telah melecehkan NKRI dan berupaya menyeret Negara Indonesia pada perpecahan, separatism dan kegaduhan kehidupan kebangsaan terus menerus.
  3. Kedaulatan rakyat tidak lagi berada di tangan rakyat, tapi sudah dikaburkan makna dan perwujudannya pada kedaulatan di tangan kekuasaan (lihat Ps 1 ayat 2 UUD 1945-P)
  4. Sistem perwakilan di lembaga legislative di bawah UUD 1945-P menganut system liberal murni eksklusif yaitu dilakukan melalui system pemilihan umum legislative yang menghasilkan DPR dan DPD (sekaligus mengisi keanggotaan MPR), sehingga sebagian besar komponen rakyat Indonesia yang terhimpun dalam spesifik daerah kebangsaan dan berbagai golongan yang hidup dan dirasakan keberadaannya dalam kehidupan kebangsaan (seperti golongan tani, golongan nelayan, buruh, guru/PGRI, wartawan/PWI/AJI, TNI/Polri, kaum seniman, kaum professional dan pengusaha, teknokrat, disabilitas, dan sebagainya), tidak tertampung dalam system perwakilan dan lembaga perwakilan nasional. Jadilah system perwakilan dan keberadaan lembaga perwakilan (legislative) nasional sekarang ini menjadi sangat eksklusif dan liberal. Dari segi ini, UUD 1945-P sudah cacat hukum dasar dan ideology karena bertentangan dengan falsafah Negara Pancasila yang menganut asas inklusif dan gotongroyong, yaitu sila Persatuan Indonesia dan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Dan dari segi ini pula, UUD 1945-P sebenarnya sudah batal demi hukum dasar karena mengandung cacat ideology.
  5. Keberadaan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang merupakan dan berasal dari kepesertaan pemilihan perorangan (liberal), dari segi profesionalitas dan identitas nasional kebangsaan tidak jelas, karena tidak memiliki cantolan tanggung jawab elektabilitas kelembagaan, baik dari segi hukum maupun politik. DPD bertanggungjawab kepada siapa? Dikhawatirkan, di dalam sidang MPR, mereka (DPD) akan menjelma menjadi fraksi dengan kekuatan politik tersendiri, dan dengan kekuatan 136 suara (dari jumlah 34 provinsi pemilihan dikalikan 4 utusan) mereka malah akan menjadi “batu sandungan” baik bagi anggota MPR lainnya yang berasal dari DPR yang terbagi-bagi dalam berbagai partai politik maupun dalam rangka pengambilan keputusan yang berpihak pada kepentingan nasional.
  6. UUD 1945-P menganut system ketatanegaraan yang tidak jelas. Sebagai contoh, MA dan MK adalah sama-sama lembaga tinggi Negara sebagai lembaga pelaksana kekuasaan kehakiman. Namun keduanya memiliki kewenangan yang tidak sama. MK berwenang menguji materiel UU atas UUD. Sedang MA hanya berwenang menguji materiel peraturan di bawah UU atas UU. Jadi seakan-akan ada lembaga tinggi Negara kelas satu dan kelas dua. Sebelum MK lahir, MA tidak boleh menguji materiel UU atas UUD dengan alasan logis dari segi kedudukan kelembagaan tidak berhak dan berwenang mempermasalahkan produk hukum yang dihasilkan lembaga tinggi Negara selevel. Mestinya, UU harus diuji oleh MPR sebagai lembaga tertinggi Negara. Jikapun MK dihadirkan, dia harus berada di dalam lingkungan lembaga tertinggi Negara.

Jadi, MK apa pangkatnya menguji UU atas UUD ??

(Sanusi Arsyad, facebook)

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: