Atmosfir

November 13, 2015

Berlindung kepada ALLAH dari Gangguan dan Kejahatan Syaitan

Filed under: Agama — arsyad1952 @ 10:55 pm

Berlindung kepada ALLAH dari Gangguan dan Kejahatan Syaitan

 

Iblis dengan sifat syaitannya, memandang manusia dengan penuh rasa benci, iri, dengki, sombong, dendam kesumat dan nafsu amarah.

 

Pokok pangkalnya bermula ketika Allah swt memerintahkan malaikat dan iblis agar bersujud pada Adam (manusia). Malaikat bersujud, tapi iblis menolak, karena iblis merasa lebih tinggi derajatnya daripada manusia. Hal ini tercantum dalam Al Qur’an surat Shood (38)  ayat 76 :

“Qoo la ana khoirunm minhu kholaqtaniy minnaa-riw wa kholaqtahuu minthiyn”,

(“Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”).

 

Karena penolakannya terhadap perintah Allah, lalu Allah mengusir iblis dari surga dan memastikan iblis menjadi penghuni neraka. Namun iblis meminta pada Allah agar diberikan tangguh,

“Qoo la robbi fa anzhirnii ilaa yaumi yub ‘atsuun”,

(Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku (masuk neraka) sampai hari mereka (manusia) dibangkitkan”).

Dan iblis berkata lagi, “Qoo la fabi izzatika la ughwi yannakum ajmaiyn”, (“Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya”) – QS Shood ayat 79 dan 82.

 

Dari ayat ini, iblis mengakui ia diciptakan oleh Allah, namun karena kesombongannya tak berdaya dengan ketetapan Allah ia akan menjadi penghuni neraka. Namun iblis bersumpah kepada Allah akan menyesatkan manusia dari perintah Allah pula (sebagaimana iblis) sehingga semua manusia menjadi penghuni neraka bersamanya. Hanya saja iblis mengakui, “illa ‘ibaadaka minhumul mukhlashiin” (kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka) – (QS Shood ayat 83)

 

Dan sumpah iblis untuk menyesatkan manusia bukan main-main dan sungguh luarbiasa. Pelbagai cara upaya dilakukan iblis agar manusia mengingkari serta menentang perintah dan larangan Allah. Prinsip iblis, manusia harus disesatkan sesesat-sesatnya. Tujuannya hanya satu, menjadi teman iblis sebagai penghuni neraka.

“…..innamaa yad ‘uw hizbahuu liyakuu-nuw min ash-haa bissaiir”. (“….sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka (dengan api) yang menyala-nyala”). – QS Al Faathir ayat 6.

Tapi Allah tidak tinggal diam. Dia tidak mau manusia menjadi bulan-bulanan kebencian dendam kesumat dan amarah durjana iblis. Allah memberikan bimbingan pada manusia melalui firman-Nya,

“Wa immaa yanzaghonnaka minasy-syaithooni nazghun fasta ‘idz billaahi, innahuu huwassamii ‘ul ‘aliim”.

(“Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya, Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”} – QS Fussilat (41) ayat 36.

 

Siapakah syaitan itu? Syaitan itu adalah iblis dengan segala sifat syaitannya yang secara halus dapat merasuk ke dalam golongan jin dan manusia, serta melakukan dosa-dosa kejahatan.

Qur’an surat An Naas menerangkan hal ini,

“Qul a ‘uudzu birobbinnaasi ; malikinnaasi ; ilaa hinnaasi ; minsyarril waswaasil khonnaasi ; alladzii yuwaswisu fii shuduu rinnaasi ; minal jin nati wannaasi”.

(“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia; Raja manusia ; sembahan sujud manusia ; dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi ; yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia ; dari (golongan) jin dan manusia”).

 

Lalu bagaimana cara memohon perlindungan dan pertolongan Allah dari gangguan dan kejahatan syaitan? Caranya ialah memohon langsung dengan cara berdoa sehabis sholat wajib maupun sunnah, membaca dan mengkaji Al Qur’an, serta tentu saja menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

 

“Haa dzaa bashoo ‘iru linnaasi wahuda(n)w warohmatu(n)l liqoumiy yuu qinuun”.

(“Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini”) – QS Al Jaa-tsiyah (45) ayat 20.

 

“Wama(n)y yuslim wajhahuuu ilallaahi wahuwa muhsinun faqodis tamsaka bil ‘urwatil wuts-qoo ; wa ilallaahii ‘aaqibatul umuur”.

(“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan”). – QS Luqmaan (31) ayat 22.

 

Mari kita berlindung hanya kepada Allah dari gangguan syaitan dengan segala bentuk kejahatan dan 1001 modus operandinya.-

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: