Atmosfir

Februari 27, 2015

Perlu Ada Lembaga yang Menguji Kemampuan Bakal Calon Presiden

Filed under: Hukum — arsyad1952 @ 12:48 pm

PERLU ADANYA LEMBAGA KOMPETEN YANG MENGUJI KEMAMPUAN ROHANI BAKAL CALON PRESIDEN SEBELUM DIIKUTSERTAKAN DALAM AJANG PILPRES

 

Tugas Presiden RI tidaklah ringan, bahkan sangat berat. Selain dia harus bisa memimpin 250 juta lebih penduduk dengan wilayah begitu luas, beserta segala masalah social, ekonomi, budaya, politik yang sangat kompleks, juga harus memiliki jiwa kenegarawanan yang menjadi panutan bangsanya, serta disegani di mata internasional.

Tentang kriteria Presiden, UUD 1945 hanya menyebutkan, seorang Calon Presiden harus mampu secara rohani dan jasmani serta mampu untuk melakanakan tugas dan kewajibannya. Kemampuan jasmani tentu saja harus sehat secara fisik, tidak terlalu tua. Karena menjadi Presiden memerlukan kemampuan stamina prima. Sedang kemampuan rohani mencakup aspek kecerdasan, intelektual, integritas, kapabilitas, kapasitas, kaya inovasi, wawasan pemikirannya luas, berkepribadian kuat, memahami karakteristik bangsanya serta memiliki jiwa kepemimpinan tinggi. Belum lagi kemampuan politik dan berorganisasi, di mana dia harus bisa bermitra dan menjalin komunikasi dengan baik, baik dalam skala nasional maupun internasional. Presiden yang tidak memiliki pengalaman memimpin organisasi social politik dengan jaringan luas nasional maupun internasional, tidak akan memiliki instrument bargaining yang kuat dan berani.

Namun amat disayangkan, hingga saat ini, khususnya sejak era reformasi bergulir, belum ada sarana kelembagaan konstitusional yang berkompeten memeriksa dan menguji syarat mampu rohani dari setiap bakal Calon Presiden / Wakil Presiden sebelum pasangan dimajukan dalam ajang Pilpres. Alhasil parpol bebas memajukan Capres/Cawapres tanpa harus melalui uji kemampuan rohani terlebih dulu. Akibatnya, Capres/Cawapres yang hanya bermodalkan popularitas disertai pencitraan tinggi di mata rakyat, bisa tampil sebagai pemenang dalam Pilpres yang bersifat langsung. Pilpres yang dipilih langsung oleh rakyat sangat rawan melahirkan transaksi “jual beli kucing dalam karung” oleh karena satu suara rakyat jelata yang sangat awam sama dengan satu suara seorang doctor atau seorang rakyat yang cerdas dan kritis. Oleh karena itu, pasangan Capres/Cawapres yang ikut ajang Pilpres semuanya mumpuni, harus sudah lulus uji kualitas lebih dulu.

Bagi parpol avonturir, prinsipnya tentu saja yang penting menang dulu. Soal kemampuan rohani, soal pertanggungjawaban moral ke rakyat urusan belakangan. Malapetaka nasional dan kesengsaraan rakyat tentu saja bisa terjadi manakala Presiden terpilih ternyata tidak memiliki kemampuan rohani sama sekali. Apalagi bila belakangan diketahui, Presiden terpilih cuma boneka yang segala kebijakannya diatur dan dikendalikan oleh ketum-ketum parpol pengusung atau kepentingan asing.

Untuk mencegah lahirnya presiden lemah, perlu adanya satu lembaga yang bekerja menguji kemampuan bakal Capres/Cawapres yang akan bertarung dalam mainstream pilpres. Jika tidak memenuhi syarat pasangan ybs tidak boleh ikut bertarung di pipres. Mestinya, yang berwenang menguji kemampuan rohani bakal Capres/Cawapres adalah MPR. Lembaga inilah yang seharusnya berwenang menelisik mampu atau tidaknya bakal Capres/Cawapres ikut dalam ajang Pilpres.

Tapi sayangnya sejak UUD 1945 diamandemen, MPR telah mengalami pengkerdilan. Kedudukannya menjadi setara dengan DPR, Presiden, DPD, MA dan seterusnya. Kedaulatan di tangan rakyat tidak lagi dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR, tapi sudah berpindah ke tangan para elit kekuasaan.- (Sanusi Arsyad)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: