Atmosfir

Januari 25, 2014

PILEG DAN PILPRES TERPISAH ATAU SERENTAK, BAGI RAKYAT TIDAK PENTING !!

Filed under: Hukum,Politik — arsyad1952 @ 7:27 am

PILEG DAN PILPRES TERPISAH ATAU SERENTAK,

BAGI RAKYAT TIDAK PENTING !!

 

Bulan Januari 2014 ini Mahkamah Konstitusi memutuskan mulai 2019 pemilihan umum legislatif (pileg) dan pemilihan Presiden/Wakil Presiden (pilpres) dilakukan secara serentak. Artinya pemilihan anggota DPR, DPD dan DPRD tingkat I dan tingkat II serta pemilihan Presiden/Wakil Presiden, dilakukan dalam waktu bersamaan. Selama ini, pelaksanaan pileg dilakukan mendahului pelaksanaan pilpres. Maksudnya, setelah MPR terbentuk (terdiri anggota DPR dan DPD), pasangan Presiden/Wapres terpilih dapat dilantik oleh MPR yang baru.

Tapi ini lebih bersifat persoalan teknis protokoler ketimbang makna bobot integritas presiden yang terpilih. Sebab pada hakekatnya, penyelenggaraan pileg dan pilpres dilakukan secara terpisah atau dilakukan serentak (bersamaan waktunya), sama saja. Hanya menggeser waktu, dari 2 waktu yang berbeda, menjadi 1 waktu yang bersamaan. Apalagi bagi rakyat, penyelenggaraan yang berbarengan itu tidak penting. Dilakukan terpisah atau serentak, toh rakyat memilih dengan mata “tertutup”. Maksudnya, rakyat hanya sebagai alat atau obyek pemberi suara yang tidak memiliki kaitan sama sekali atas kehadiran obyek yang dipilihnya itu. Tangan rakyat mencoblos tapi pikiran rakyat kosong, hanya tertuju sepenuhnya pada nasib mereka sehari-hari.

Yang super sibuk dengan keputusan MK itu tentu saja partai politik. Bagi parpol yang besar dan mapan, perubahan itu merugikan karena hak dan wewenang hegemoni mengajukan calon pasangan Presiden/Wapres menjadi hilang. Sedang bagi parpol kecil, perubahan ini menguntungkan karena punya hak dan kesempatan yang sama dengan parpol besar dalam mengajukan calon Presiden/Wapres tanpa lagi harus koalisi-koalisian. Tanpa harus lagi dibatasi oleh syarat ambang batas 20 % pengajuan calon presiden. Bagi politikus yang tidak punya parpol,  keputusan MK memacu semangat mendirikan parpol baru yang memenuhi persyaratan verifikasi supaya bisa ikut pileg dan pilpres.

Kemungkinan besar yang bisa terjadi, pasangan Presiden/Wapres terpilih tidak memiliki dukungan politik di DPR karena parpol pengusungnya tidak lolos ambang batas perwakilan di DPR. Tapi jangan khawatir wahai parpol-parpol kecil, karena masih ada garda harapan, yakni karena rakyat yang memilih langsung Presiden/Wapres terpilih, maka rakyatlah yang memberikan dukungan politik secara semesta nasional. Rakyat bisa menggeruduk gedung parlemen. Siapa yang berani melawan rakyat ?

Masalahnya sekarang, pileg dan pilpres apakah itu dilakukan terpisah atau tidak, rakyat toh tetap tak memiliki hak dan wewenang dalam menentukan calon-calonnya serta menindaklanjuti keterpilihan pasangan calonnya itu. Seharusnya, karena rakyat yang memilih langsung para pemimpinnya (anggota badan legislatif dan Presiden), maka rakyat jualah yang dapat membatalkan / menarik / memberhentikan para pemimpinnya itu. Ini yang penting, walau apapun sistemnya, hak dan wewenang meretur itu harus atau perlu dimiliki rakyat. Bukankah negara kita menganut asas kedaulatan rakyat, bahwa rakyatlah yang berdaulat atas negara ini ? (sanusiarsyad)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: