Atmosfir

April 6, 2012

ANTARA NEGARA SRIWIJAYA, MAJAPAHIT & REPUBLIK INDONESIA

Filed under: Budaya — arsyad1952 @ 8:41 am

Antara Negara Sriwijaya, Majapahit dan Republik Indonesia

 

Negara monarki Majapahit yang didirikan dan diproklamasikan oleh Raden Wijaya beserta para “founding father” dan pahlawan Majapahit lainnya seperti Arya Wiraraja, Mahesa Anabrang, Nambi, Lembu Sora, Arya Tadah, Ranggalawe, Kuti dan Gajah Mada pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka (10 November 1293 M), berkibar dan berjaya di nusantara tidak kurang dua abad lamanya. Wilayah kekuasaan Majapahit meliputi rangkaian pulau nusantara termasuk di dalamnya Tumasik (Singapura) dan Filipina Selatan.

Sebelumnya, negara di nusantara berbentuk kerajaan monarki pula, bernama Sriwijaya, yang berdiri pada permulaan abad 7, dengan pusat pemerintahannya di Sumatera Selatan, berjaya sebagai negara perdagangan internasional terbesar di Asia Tenggara. Wilayah kekuasaannya membentang mulai dari Indonesia bagian tengah, bagian barat hingga Asia Tenggara seperti Kamboja, Thailand selatan, dan Srilanka. Sriwijaya berjaya dan digdaya selama 3 abad lebih dari abad 7 hingga penghujung abad 10.

Lalu, masa gelap menutupi langit nusantara yang ditandai merajalelanya kolonialisme Belanda selama 350 tahun.

Kini, negara Republik Indonesia yang kemerdekaannya diproklamasikan 17 Agustus 1945, yang berarti usianya baru 67 tahun saja, sudah morat-marit, bahkan terancam sebagai negara gagal. Rakyatnya miskin akibat berkembangnya penjajahan supra modern di segala bidang kehidupan. Termasuk penjajahan ekonomi di dalamnya. Para pemimpin dan penguasanya mengidap penyakit korupsi kronis. Karena sulitnya mencari lapangan kerja di negeri sendiri, rakyatnya terpaksa menjadi “hoakiao” di penjuru dunia dengan menjadi pembantu rumahtangga di luar negeri. Konstitusinya memang menuliskan, kedaulatan berada di tangan rakyat, dan rakyat menentukan sendiri para pemimpinnya melalui pemilu dan pilkada-pilkada. Tapi akibat kemiskinan, rakyatnya terpaksa memilih pemimpin korup yang piawai memanfaatkan situasi dan kondisi lewat praktek suap dan sogok. Akibatnya pemimpin atau penguasa korup yang terpilih berkuasa dengan pemerintahannya yang bobrok dan korup pula. Ini sesungguhnya praktek yang paling hina dan rendah karena dikenal haram dan najis sehingga tidak pernah dilakukan semasa kedatuan Sriwijaya dan Majapahit.

Lalu, apakah para penguasa dan pemimpin bangsa yang sekarang ini banyak menyandang gelar keilmuan akademis doktor (S3) dan professor, tidak malu terhadap para ksatria dan pahlawan di masa Sriwijaya dan Majapahit yang tidak pamer ilmu kedigdayaan tapi sanggup membawa negeri dan rakyatnya berjaya selama berabad-abad lamanya??

Para ksatria Sriwijaya dan Majapahit piawai di lautan, di daratan dan piawai dalam ilmu kedirgantaraan (perbintangan). Di lain pihak, para pemimpin dan penguasa sekarang ini loyo-loyo. Mereka hanya pandai bicara tapi tidak mampu menampilkan kedigdayaan nusantara. (Sanusi Arsyad)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: