Atmosfir

Maret 14, 2012

TRAGEDY PSSI !!

Filed under: Uncategorized — arsyad1952 @ 5:47 am
Tags:

Tragedi PSSI,

Hanya Taat pada Statuta FIFA, Tidak Taat pada Statuta Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, UUD 1945, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika

 

Sepakbola adalah olahraga paling digemari di Indonesia. Tidak kurang 25 tahun lamanya, yaitu di antara tahun 1950 hingga 1975, sepakbola Indonesia disegani di benua Asia. Sejumlah turnamen penting di Asia, seperti King’s Cup di Thailand dan President Cup di Korsel, timnas Indonesia selalu menjadi langganan juara. Nama-nama seperti Ramang, Tan Liong Ho, Omo, Wowo, Sucipto Suntoro, Yacob Sihasale, Anwar Udjang, Abdul Kadir, Iswadi Idris dan banyak lagi, begitu dikenal, tidak hanya di tanah air, tapi juga di mata masyarakat negara sahabat. Pada masa itu sepakbola Jepang dan sejumlah negara Timur Tengah masih tergolong anak bawang.

Tapi kini, dunia sepakbola Indonesia seolah sudah masuk kubur. Dari yang disegani, kini menjadi tim terlemah di setiap turnamen, Lebih dari 25 tahun pula Timnas Indonesia tak pernah meraih juara kembali di setiap turnamen, bukan hanya di Asia tapi juga di kawasan Asia Tenggara. Terakhir bahkan kita kalah dari Laos dan Brunei Darussalam. Seorang pejabat FIFA pernah mengakui, sepakbola Indonesia pernah menjadi macan Asia. Tapi sekarang di mana tim tangguh itu?

Sekarang ini sepakbola Indonesia sedang remuk. Remuk bukan karena salah pemain atau kesalahan rakyat pencinta bola yang terbelakang dalam melihat perkembangan sepakbola dunia, melainkan remuk karena ulah para pengurusnya yang selalu berantem, cakar-cakaran dan sikut-sikutan. Semua itu dilatarbelakangi oleh kepentingan mencari keuntungan pribadi, sepihak atau segolongan.  Para pengurus sepakbola Indonesia telah mengkhianati kepercayaan dan amanah dari seluruh rakyat. Padahal selama ini lahirnya para pemain, pembinaan dan terselenggaranya berbagai turnamen di dalam negeri dibiayai oleh rakyat, baik yang berasal dari kantung sendiri dalam pembelian tiket tontonan, maupun yang dikeluarkan rakyat melalui APBD. Jumlah jutaan penggila olahraga sepakbola, telah menjadi kenyataan yang menggiurkan bagi pengurus sepakbola untuk mengeruk keuntungan materi.

 

Sekarang ini, malah para pemain telah diperalat untuk saling mendukung perpecahan di dua kubu PSSI, antara LPI dan LSI. Lucunya, kedua-duanya saling menonjolkan rasa taat pada statuta FIFA. Padahal selaku bangsa yang merdeka, berdaulat, berkepribadian, seharusnya rasa taat itu didasarkan kecintaan pada kesatuan dan persatuan bangsa. Mereka, para pengurus PSSI, hanya ingat pada statute FIFA, tapi lupa pada statute Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila, UUD 1945 dan bhinneka tunggal ika.

Mereka hanya asyik dan saling berglamour di turnamen LPI dan LSI dengan sejumlah pemain asing bertaburan. Tapi prestasi laga internasional mana? Nihil. Tak ada sorai sorai gempita mengiringi kibaran Merah Putih yang berjaya di event luarnegeri. Yang ada hanya teriakan dan saling ejek antara dua kubu pengurus yang ingin menang dan benar sendiri.

Mereka tidak sadar, mengembalikan kejayaan Garuda seperti dahulu kala, tidak bisa lagi dilakukan 5 atau 10 tahun ke depan, tapi butuh waktu belasan atau puluhan tahun. Di luar dunia kita, sepakbola negara lain sudah jauh berada di depan, meninggalkan kita yang masih berkutat memikirkan bagaimana bisa memberantas korupsi.

Wahai pengurus sepakbola Indonesia, apakah kalian masih terus ingin saling berkelahi? Sampai kapan? Inikah tragedy PSSI? (Sanusi Arsyad)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: