Atmosfir

November 3, 2011

SIAPA CALON PRESIDEN RI 2014 ??

Filed under: Politik — arsyad1952 @ 3:36 am

SIAPA CALON PRESIDEN 2014 ??

  1. Ir. Soekarno menjadi Presiden di usia 44 tahun, Drs, Moh. Hatta menjadi Wakil Presiden usia 43 tahun. Demikian pula dengan Sutan Syahrir, Amir Syarifuddin, Tan Malaka, M. Yamin, dan tokoh-tokoh sebelumnya seperti Sutomo, Cipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantara dan lainnya. Mereka telah memiliki dimensi kebangsaan yang komplet sejak pergerakan mahasiswa
  2. Rezim militer yang dipimpin Soeharto, menjalankan politik super represif terhadap kemunculan tokoh-tokoh pergerakan sipil, walau ada yang lolos seperti Sri Bintang Pamungkas, Abdurrahman Wahid, Amin Rais, dan sejumlah tokoh muda militant lainnya.
  3. Kebangkitan era reformasi 1998, memunculkan tiga tokoh dari kalangan sipil yaitu BJ Habibie, Gus Dur dan Megawati menjadi Presiden. Kendati Habibie naik disebabkan system pewarisan kekuasaan, tapi ia dianggap berjasa membuka jalan lebar bagi kehidupan demokrasi Indonesia ke depan.
  4. Masa kepresidenan Gus Dur dan Megawati yang masing-masing berbagi paruh waktu kekuasaan akibat saling jegal politik antara kelompok Islam dan nasionalis, timbulkan kesan tokoh sipil gagal mengusung kekuasaan.
  5. Terpilihnya SBY yang dipilih langsung oleh rakyat dalam PIlpres 2004 dan 2009, mengindikasikan rakyat masih lebih menaruh kepercayaan pada tokoh militer dalam menjaga stabilitas kehidupan social politik, penegakan hokum dan pemulihan ekonomi.
  6. Selama 10 tahun kepemimpinan SBY, terutama di akhir-akhir masa pemerintahan, merebak ketidakpuasan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara mengalami jalan di tempat, bahkan dinilai mundur. Selain kasus korupsi yang semakin terstruktur, sistematis dan masif, SBY juga dianggap gagal meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyat. Berbagai penyakit social timbul di sana-sini, a.l. kriminalitas, baik skala bawah maupun skala atas, pengangguran, dan masalah TKI, serta rusaknya lingkungan hidup sumber daya alam.
  7. Kepemimpinan SBY juga dianggap lemah membangun kehidupan politik yang kuat dan sehat. Jika dulu Soeharto berhasil mengendalikan partai-partai politik, sebaliknya SBY dikendalikan oleh kekuatan partai politik di parlemen yang berhasil mempengaruhi struktur kabinet pemerintahan.
  8. Selaku pengusung kepemimpinan nasional, SBY juga telah gagal dalam membangun proses regenerasi nasional. Di berbagai daerah justru yang muncul raja-raja kecil yang berusaha membangun dinasti keluarga dengan memanipulasi modal politik, modal social dan modal ekonomi. Raja-raja kecil ini bukan mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat daerahnya, malah membodohi lewat pendekatan politik yang destruktif.
  9. SBY lalai mengatasi separatisme Papua yang berakar permasalahan kompleks, berupa korupsi, kemiskinan, keterbelakangan dan eksploitasi serta eksplorasi sehingga meletupkan separatisasi geopolitik yang berkepanjangan.
  10. Lemahnya pemerintahan SBY akibat tidak didukung oleh solidalitas kabinet pemerintahan yang didukung oleh kekuatan riel rakyat.  SBY lebih percaya pada dukungan partai politik guna mengamankan goncangan di parlemen, padahal partai politik dan parlemen ibarat balon besar di mana rakyat tidak lagi menaruh harapan.
  11. Lemahnya pemerintahan SBY juga akibat kekeliruan SBY di dalam menginterpretasikan dan mengimplementasikan legitimasi rakyat. SBY yang menganut paham konstitusionalitas, menafikan  kekuatan voice of people. Padahal konstitusionalitas dan voice of people merupakan pilar pemerintahan yang kuat, efisien dan efektif.
  12. Rendahnya kepercayaan rakyat pada partai politik mengindikasikan partai poltiik gagal menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa. Partai politik dituding hanya mengejar kepentingan politik sesaat.
  13. Pertanyaannya kini, siapa Calon Presiden 2014 nanti ?? SBY tidak dapat mencalonkan diri kembali karena sudah dua periode. Ia juga tidak akan mengajukan dari kalangan keluarga dekatnya, karena selain sudah berkomitmen demikian, juga terlalu musykil untuk dilakukan.
  14. Dari kalangan partai politik disebut-sebut nama seperti Aburizal Bakri (Partai Golkar), Prabowo Subianto (Partai Gerindra), HIdayat Nur Wahid (PKS), dan Sri Mulyani Indrawati. Sedang PPP dan Demokrat terkesan masih “kebingungan” mencari calonnya.
  15. Walau dari kalangan internalnya masih ada yang mengusulkan, namun hampir dapat dipastikan PDIP tidak lagi memajukan Megawati sebagai Capres 2014, karena selain Taufik Kiemas, suami Megawati, tidak lagi memberikan restu, juga usia Megawati yang tidak lagi memungkinkan. Lalu PDIP mau maju dengan calon siapa? Puan Maharani selain masih muda sehingga butuh beberapa periodisasi lagi, juga berasal dari lingkungan inti keluarga sehingga timbulkan kesan asal tunjuk dan gagalnya proses regenerasi puritan di tubuh PDIP.
  16. Majunya Aburizal Bakri, belum merupakan jaminan memiliki kekuatan saing di Pilpres 2014. Karena selain mitos “uang” dan “politik uang” yang kini memiliki citra amat buruk dan rendah dalam tatanan kehidupan demokrasi karena berkaitan dengan korupsi, juga pencitraan Golkar tak dapat dilepaskan dari sejarah masa lalu yang kelam. Dalam hal ini saya telah menulis guyonan di facebook, bahwa jatah Golkar di dalam kepemimpinan nasional sebenarnya telah habis di tahun 1997. Soeharto yang telah menjadi Presiden sejak 1967 sesungguhnya sudah “merasa” tak berhak lagi duduk di kursi R-1. Cuma karena keenakan jadi presiden, dia memaksakan diri maju untuk menjadi presiden lagi. Akibatnya, baru 70 hari memimpin (Soeharto dilantik MPR RI tgl 11 Maret 1998), ia lengser (21 Mei 1998). Soeharto tak mampu lagi mengusung beban jagad keratuan yang bukan lagi haknya. Menurut saya, Golkar baru memperoleh giliran kembali tunggu setelah 90 tahun.
  17. Pipres 2014 bertepatan 15 tahun berdirinya kehidupan konstitusional di tahun 1999. Tokoh-tokoh reformasi seperti Amin Rais, Megawati, Sri Sultan HB X dan Sri Bintang Pamungkas, sudah tidak masanya lagi tampil di depan. Kita harapkan, era kini sudah menjadi miliknya generasi muda yang kritis, idealis, genius, tidak korup, profesionalis, tidak bermulut besar, amanah dan penuh kecintaan terhadap bangsa, negara dan rakyatnya. Mereka tentu ada. Mari kita buka jalan buat mereka !! (Sanusi Arsyad)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: