Atmosfir

Juli 1, 2011

PENGADILAN SESAT

Filed under: Budaya — arsyad1952 @ 7:47 am

PENGADILAN SESAT atau PENGADILAN SEMU. Inilah ciri umum dari pengadilan dunia, apapun sistem negara hukum yang dianut oleh suatu negara.

Mengapa kita namakan pengadilan sesat atau pengadilan semu, oleh karena pengadilan ini mengadili orang yang diduga melakukan kejahatan terhadap undang-undang dunia (negara) melalui suatu sistem dan proses alur mulai dari penyelidikan, penyidikan, pengusutan, penuntutan hingga pendakwaan dan penjatuhan hukuman yang dilakukan oleh manusia pula. Motif dari pengadilan terhadap pesakitan (tertuduh) tidak hanya crime tapi juga bisa meliputi pertentangan politik dan ideologi, rasial, budaya, agama dan kepercayaan walau dikemas dengan sangkaan melanggar hukum dan melakukan kejahatan terhadap hak asasi manusia.

Sebagaimana kita tahu, di dalam kehidupan sejarah keberadaan negara atau bangsa, tidak lepas dari ambisi menaklukkan dan menguasai negara atau bangsa lain. Penghisapan bangsa atas bangsa, penghisapan manusia atas manusia. Motifnya bersumber dari keinginan menguras dan menguasai sumber kekayaan alam dari negara / bangsa yang bersangkutan, ingin mewujudkan ambisi menjadi negara superpower, pelampiasan nafsu atas rasa kebencian perbedaan budaya, politik, ras, ideologi dan kepercayaan, atau bahkan pemaksaan suatu sistem demokrasi dari bangsa yang mengklaim sebagai negara yang beradab dan modern, terhadap suatu bangsa yang dianggap masih berbudaya barbar dan kanibal. Pengadilan yang didirikan dan dibentuk oleh negara pemenang perang untuk mengadili pihak yang kalah, selalu berangkat dari tuduhan pihak terdakwa melakukan kejahatan kemanusiaan berupa pembunuhan massal, perkosaan, dsbnya. Ini adalah pengadilan yang nyata-nyata memperlihatkan wajah asli pengadilan manusia (dunia) yang berlumur hawa nafsu, balas dendam dan rasa benci. Dapatkah diharapkan adanya keadilan dari suatu pengadilan yang para pelakunya (mulai dari polisi, jaksa, pembela dan hakim) yang kesemua para pelakunya terdiri dari para manusia (orang-orang) yang tidak lepas dari belenggu hawa nafsu dengan pelbagai perwujudannya ??

Dalam sistem pengadilan ini, bisa dan biasa terjadi penjahat yang sesungguhnya (riel) dapat lepas dari jerat hukum dan bebas dari hukuman, serta yang bukan penjahat atau korban kejahatan itu sendiri justru terjerat hukum dan dikenakan hukuman oleh pengadilan. Termasuk dalam sistem pengadilan dunia ini, para terdakwa kasus korupsi dan narkoba lepas dari jerat hukum, divonis bebas atau dijatuhi hukuman ringan, sedang pencuri kecil dihukum amat efektif.

Pengadilan dunia atau pengadilan manusia, sesungguhnya adalah pengadilan yang amat tidak adil dan zhalim. Disamping ketidakadilan yang kita sebutkan di atas, yakni membebaskan yang bersalah dan menghukum yang tidak bersalah, juga pengadilan manusia (dunia) hanya mengadili oknum persona yang hanya ditinjau dari perspektif perbuatan destruktif. Sedang oknum persona dalam perspektif perbuatan konstruktif, tidak tersedia sarana pengadilannya. Dalam artian pengadilan yang memberikan sikap adil kepada yag bersangkutan dalam bentuk penghormatan dan penghargaan sosial atas perbuatan konstruktifnya itu. Ironisnya, dan hal ini tidak jarang terjadi, mereka justru dihukum pidana oleh pengadilan yang membenarkan dan menguatkan fitnah dengan berdasarkan bukti-bukti, kesaksiaan dan konklusi palsu.

Dalam negara yang dikuasai oleh merebaknya korupsi yang mengakibatkan terjadinya kemiskinan yang amat kronis di kalangan rakyat, para aparatur penegak hukum (mulai dari polisi, jaksa, pembela dan hakim), tidak lagi sadar pada peran bahwa di pundak mereka terletak misi ilahi yakni menyelamatkan peradaban manusia dari perbuatan pengrusakannya di atas permukaan bumi. Malah mereka pelaku langsung dan menjadi aktor intelektual merajalelanya korupsi. Harta hasil korupsi mereka tumpuk-tumpuk di rumah-rumah mewah dan bank-bank kapitalis mereka. Tidak terlintas sedikitpun di hati dan pikiran mereka, tidak sekoin perakpun dari harta-harta itu yang bisa mereka bawa saat menghadap Yang Maha Suci Sang Pencipta.

Bila di dunia setiap orang tidak harus berhubungan dengan pengadilan, namun di akherat (kehidupan setelah mati), setiap orang tanpa terkecuali, tanpa perbedaan, harus menjalani pengadilan, yaitu Pengadilan Tuhan. Yang berbuat kebaikan dan kebajikan, yang berbuat kejahatan dan kekejian selama hidupnya di dunia, sama-sama diadili oleh pengadilan yang sebetul-betulnya adil. Inilah Pengadilan Tuhan. Tidak seorang pun yang lolos dari jerat hukum dan hukuman Tuhan. Walaupun sebesar bijih zarah, sebutir pasir, atau sebutir atom kebaikan dan kejahatan yang dilakukannya, tidak akan luput dari mata hakim pengadilan Tuhan.  Orang yang selama hidup di dunia melakukan kebaikan dan kebajikan, maka pengadilan memberikan putusan hukum berupa ganjaran kebaikan yang berlipat ganda dan mendapatkan kehidupan akherat yang nikmat dan nyaman (surga). Sebaliknya terhadap orang yang selama hidupnya berbuat zhalim, jahat, keji, mungkar dan melakukan pengrusakan peradaban di atas permukaan bumi, sekalipun sebesar bijih zarah, sebutir pasir, atau sebutir atom, pengadilan akan menjatuhkan putusan hukum berupa hukuman siksa yang amat pedih dan ditempatkan di neraka sebagai bahan bakar dari api yang berkobar-kobar.

Inilah pengadilan yang sangat seadil-adilnya, Pengadilan Tuhan, yang setiap orang tidak luput dari pengadilan, apakah ia orang yang jahat ataukah ia orang yang baik. Akankah manusia, terutama para pemimpinnya, akan berlaku bodoh, dengan melupakan bahwa setiap yang berjiwa akan mengalami kematian ? (Sanusi Arsyad)

2 Komentar »

  1. makasih infonya…………….
    salam kenal dari http://budiharso.wordpress.com

    Komentar oleh kukuh budiharso — Juli 3, 2011 @ 2:42 am | Balas

    • Terima kasih atas kunjungan mas Kukuh ke alamat blog saya. Maaf agak terlambat. Maklum orang udah tua. Kadang-kadang lebih banyak malasnya. Saya sudah baca beberapa tips anda. Bantuan mas tentu saja sangat saya hargai. Salam

      Komentar oleh arsyad1952 — Juli 9, 2011 @ 2:12 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: