Atmosfir

April 20, 2018

KEWAJIBAN SHOLAT JUM’AT DAN DASAR AYATNYA

Filed under: Agama — arsyad1952 @ 1:17 am

KEWAJIBAN MENUNAIKAN SHOLAT JUM’AT DAN DASAR AYATNYA

“Ya ayyuhalladziyna aamanuuw idzaa nuwdiya lishsholaati mi(n)y yawmil jumu’ati fas ‘aw ilaa dzikrillaahi wadzarul bay’a; dzaalikum khoyru(n)l lakum inkuntum ta’ maluwna”.

“Faidzaa qudhiyatish sholaatu fantasyiruw fil ardhi wabtaghuw min fadhlillaahi wadz kurullaaha katsiro(n)l la’allakum tuflihuwna”.

“Hai orang2 yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah, dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak2 supaya kamu beruntung”. (QS Al Jumu’ah ayat 9 dan 10)

Penela’ahan :

Ayat ini merupakan perintah dari Allah swt kepada orang2 beriman untuk menunaikan sholat Jum’at. Dari kata “diserukan” dan kata “bersegeralah” bermakna adanya suatu perintah yang wajib diindahkan dan dilaksanakan selekasnya, dengan melepaskan atau meninggalkan segala urusan, aktivitas pekerjaan, niaga, transaksi perdagangan dan segala jenis kegiatan apapun, di luar dari apa yang diperintahkan itu. Tidak terkecuali jenis pekerjaan dan tingkatan jabatan apapun dari orang yang memiliki pekerjaan itu. Mulai dari rakyat kecil dengan segala jenis pekerjaannya, pengusaha besar, hingga pembesar atau petinggi negara yang sedang melaksanakan tugas negara.

Misalnya: – pedagang kecil di pasar tradisional, – karyawan toko, – pengusaha yang akan melakukan kontrak dagang, – guru/ dosen yang tengah memberikan pelajaran, – Kepala Negara atau Presiden yang tengah memimpin rapat kabinet dengan para menterinya; — maka begitu panggilan sholat Jum’at berkumandang, maka rapat kabinet itu harus dihentikan dan ditinggalkan, dan Presiden beserta para menterinya yang beragama Islam harus segera ke masjid untuk menunaikan sholat Jum’at. Setelah itu, segala pekerjaan yang ditinggalkan dan ditangguhkan dapat dilanjutkan kembali. Bahkan Allah menyuruh manusia bekerja lebih giat lagi, dan menjanjikan di balik pekerjaan yang ditinggalkan itu terdapat keberuntungan2 yang lebih besar. Jadi, hari Jum’at itu bukan berarti hari libur kerja, tapi hari kerja yang penuh karunia, barokah dan keberuntungan. Perintah sholat Jum’at adalah fardhu ‘ain. Berbeda dengan puasa Ramadhan yang bila tak kuasa atau berhalangan dapat digantikan dengan hari lain atau fidiyah, maka sholat Jum’at tak dapat digantikan dengan sholat fardhu lainnya.

Wallaahu ‘alam bishshowab.

Iklan

Maret 31, 2018

Batasan Orang yang Sukses dan Gagal

Filed under: Agama — arsyad1952 @ 4:54 am

Orang yang sukses ialah orang yang menghabiskan usianya hanya untuk beribadah kepada Allah. Sebagaimana firman-Nya, tiada Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku. Sebaliknya mereka yang gagal ialah mereka yang menghabiskan usianya hanya untuk bermaksiat kepada Allah, menentang hakikat penciptaan manusia, menuhankan hawa nafsu durjana.-

MPR, Lembaga Tinggi Negara

Filed under: Hukum — arsyad1952 @ 4:49 am

Jumlah pimpinan MPR sekarang ini sudah bertambah dari 5 menjadi 8 orang (termasuk ketua). Sejak amandemen UUD 1945, MPR tidak lagi berfungsi sebagai pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat, sebagai lembaga tertinggi negara, melainkan telah mengalami “degradasi konstitusional” menjadi lembaga tinggi negara biasa, setara dengan DPR, DPD, Presiden, MA, MK dan BPK. Jika lembaga-lembaga tinggi negara lainnya memiliki anggota, maka tidak demikian halnya dengan MPR. MPR tidak memiliki anggota sendiri. Jika pun MPR memiliki anggota, anggotanya “minjam” dari DPR dan DPD. Itu pun kalau MPR mau bersidang dan mengambil keputusan. Karena itu tidak ada salahnya jika ada anggota DPR dan DPD bikin kartu nama “saya ini Anggota DPR/MPR”, atau “saya ini Anggota DPD/MPR” (di masa Orde Baru, pernah Ketua DPR merangkap Ketua MPR, karena pertimbangan praktis. Namun kemudian rangkap jabatan ini dipisahkan karena menimbulkan masalah vertikalisasi kelembagaan). Karena ketiadaan anggota, praktis sehari-harinya MPR hanya dihuni oleh pimpinannya yang sekarang berjumlah 8 orang itu. Soal keanggotaan MPR ini, UUD 1945 Hasil Amandemen memang menyebutkan keanggotaan MPR terdiri atas seluruh anggota DPR dan DPD. Sedang pada saat MPR masih sebagai lembaga tertinggi negara di bawah UUD 1945 Asli, keanggotaannya meliputi seluruh anggota DPR ditambah Utusan Daerah dan Utusan Golongan (UG sekarang ini sudah dihapuskan, tidak lagi mendapatkan tempat di MPR). Memang aneh bin ajaib, MPR kedudukannya setara dengan DPR dan DPD, tapi kalau setiapkali mau bersidang dan mengambil keputusan, keanggotaannya “kudu minjam dulu” dari DPR dan DPD. Jadi, sekarang ini MPR itu sebagai lembaga tinggi negara apa ya ? (sa)

Kondisi Indonesia dan Hadits Akhir Zaman

Filed under: Agama — arsyad1952 @ 4:41 am

📌 Rezimnya begini*

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa: اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أمْرِ أُمَّتِي شَيْئاً فَشَقَّ عَلَيْهِمْ ، فاشْقُقْ عَلَيْهِ ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ ، فَارفُقْ بِهِ

_Ya Allah, barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia mempersulit mereka maka persulitlah dia, dan barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia berlaku baik kepada mereka, maka, perlakukanlah dia dengan baik pula._ (HR. Muslim No. 1828, Ahmad No. 24622, Ibnu Hibban No. 553, Abu ‘Uwanah No. 7025, dll) *

📌 Pejabatnya Begini*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: «سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ» ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: «الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ» “Akan datang ke pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan, orang yang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan: “Apakah Ar-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh (Ar Rajul At Taafih) tetapi sok mengurusi urusan orang banyak.” *(HR. Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No. 7912. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fathul Bari, 13/84)* *

📌 Sebagian Polisinya begini* Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللَّهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ”. Akan datang di akhir zaman adanya polisi yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka. *(HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat _At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir,_ 2/192)* *

📌 Orang yang dibelakang rezim begini* Nabi ﷺ bersabda : تبغض العرب فتبغضني _Engkau membenci Arab maka kau telah membenciku_ *(HR. At Tirmidzi No. 3927, katanya: hasan. Ahmad No. 23731, Al Hakim dalam _Al Mustadrak_ No. 6995, katanya: shahih)* *

📌 Kondisi Sistem Ekonomi dan Pergaulannya begini* Dari Ibnu ‘Abbas _Radhiallahu ‘Anhuma,_ bahwa Nabi ﷺ bersabda: إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ حَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ كِتَابَ اللهِ _Jika zina dan riba sudah muncul di sebuah negeri maka mereka telah menghalalkan azab Allah ﷻ ._ *(HR. Al Baihaqi, _Syu’abul Iman_ No. 5416. Al Hakim, Al Mustadrak No. 2261, kata Al Hakim: _shahihul isnad_. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam _Shahihul Jami’_ No. 679)*

📌 Kondisi Sebagian Ulama dan Tokoh Islamnya begini* Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا _Sesungguhnya Allah tidaklah menghapuskan ilmu begitu saja dari manusia. Tapi dihapuskannya dengan mewafatkan ulama, sampai ulama tidak tersisa. Manusia pun mengambil tokoh-tokoh bodoh, lalu mereka ditanya, dan berfatwa tanpa ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan._ *(HR. Al Bukhari)* *

📌 Kondisi umatnya begini* Rasulullah ﷺ bersabda: يوشك الأمم أن تداعى عليكم، كما تداعى الأكلة إلى قصعتها. فقال قائل: ومِن قلَّةٍ نحن يومئذ؟ قال: بل أنتم يومئذٍ كثير، ولكنكم غثاء كغثاء السَّيل، ولينزعنَّ الله مِن صدور عدوِّكم المهابة منكم، وليقذفنَّ الله في قلوبكم الوَهَن. فقال قائل: يا رسول الله، وما الوَهْن؟ قال: حبُّ الدُّنيا، وكراهية الموت “Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” beliau menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn.” Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” *(HR. Abu Daud No. 3745. Syaikh Bin Baaz mengatakan: hasan. Lihat _Majmu’ Al Fatawa,_ 5/106)* Tapi … kita tidak berputus asa, harapan kebangkitan masih ada, sebab masih ada umat Islam yang seperti ini … *

📌 Koordinasi Antar Gerakan Islam*

Allah Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا _Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!_ (Qs. An Nisa: 71) *

📌 Masih ada para pemuda yang beriman kepada Allah Ta’ala* نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى _Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk_. (Qs. Al Kahfi: 13)

📌 Kelompok umat Islam yang istiqamah* Dari Tsauban _Radhiallahu ‘Anhu_, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ _“Ada segolongan (thaifah) umatku yang senantiasa di atas kebenaran, tidaklah memudharatkan mereka orang-orang yang memusuhi mereka, sampai Allah datangkan urusannya (kiamat), dan mereka tetap demikian.”_ *(HR. Muslim No. 1920, At Tirmidzi No. 2229, Ibnu Majah No. 6)*

📌Ulama dan umat yang berani menasihati pemimpin zalim (Jihadul kalimah)* Dari Abu Sa’id Al Khudri _Radhiallahu ‘Anhu_, bahwa Nabi ﷺ bersabda: إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْجِهَادِ كَلِمَةَ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ _Sesungguhnya jihad yang paling agung adalah mengutarakan perkataan yang benar dihadapan pemimpin yang zalim._ *(HR. At Tirmidzi No. 2329, katanya: hasan)* *Jika itu semua telah terjadi maka ketahuilah kita berada di akhir zaman, yaitu pada fase mulkan jabariyyah, 2 fase terakhir sebelum terjadinya Kiamat Kubro* _Wallahul Musta’an wa Lillahil ‘Izzah wa Lil Rasul wal Mu’minin_ بَارَكَ اللهُ فِيْك _________

Pemimpin dan Utang

Filed under: Politik — arsyad1952 @ 4:10 am

Pemimpin yang mati (habis periode atau mati fisik) yang meninggalkan utang kepada rakyatnya, kelak Allah memintai pertanggungjawabannya di hari yawmil qiyamah. Lepas dari persoalan utang itu mampu dibayarkan atau tidak oleh ahli waris (rakyat)-nya, akan tetapi utang itu sendiri adalah suatu perbuatan aniaya serta membebani dan melilit leher rakyat dan berpotensi menjadikan ahli waris dan anak cucunya menjadi budak dan hamba sahaya pihak berpiutang. Padahal Allah telah memberikan kecakapan dan sumber daya alam yang berkecukupan agar bangsa itu dapat menjadi bangsa yang mandiri dan bersyukur kepada-Nya. Karena itu janganlah engkau menjadi pemimpin jika hanya pandai berutang karena sesungguhnya berutang itu adalah perbuatan aniaya dan tercela. (sa)

K o n f l i k

Filed under: Sosial — arsyad1952 @ 4:05 am

Konflik (sosial, politik) atau perlawanan atau pembenturan tidak selalu menimbulkan rasa prihatin dan bersifat destruktif. Tapi bisa juga positif dan bersifat konstruktif guna membuktikan adanya sikap tanggung jawab dan menguji norma kebenaran yang diyakini. Sikap diam, menghindar dan mengalah tidak selalu mengundang rasa empati, malah sebaliknya memperlihatkan kelemahan kapasitas diri kronis yang menginginkan masalah berlalu begitu saja tanpa ada tuntutan penyelesaian moral. Hukum baru akan berfungsi optima dan bersifat ultimatum remedium jika upaya mediasi, dan argumentasi dialog mengalami jalan buntu atau deadlock. (sa)

Januari 31, 2018

Detik-detik perjalanan

Filed under: Uncategorized — arsyad1952 @ 12:45 am

“Detik-detik yang lalu dalam kehidupan yang telah kita jalani, tak ubah mimpi. Detik-detik kini yang tengah kita jalani tak ubah tetes air di gurun tandus. Seketika sirna. Dan detik-detik ke depan penuh dengan misteri, kita tidak tahu yang bakal terjadi. Detik- detik kehidupan dunia memang tidak berkepastian. Hanya iman dan taqwa kepada-Nya menoreh dan menuntun manusia pada detik-detik perjalanan kehidupan ke depan yang berkepastian, mencapai cahaya ilahi”.

Juli 17, 2017

Foto Syeikh Kasyful Anwar (no 5 dari kiri), Martapura, Banjarmasin

Filed under: Uncategorized — arsyad1952 @ 9:22 pm

Juli 12, 2017

Pemimpin yang Menipu Rakyatnya

Filed under: Uncategorized — arsyad1952 @ 12:11 pm

​Pemimpin yang menipu rakyatnya
“Barang siapa yang diangkat oleh Allah untuk menjadi pemimpin atas rakyatnya atau kaumnya, tapi kemudian dia mati dalam keadaan menipu rakyat/kaumnya, maka Allah haramkan baginya surga.”  (HR Bukhari-Muslim).

Demi Masa

Filed under: Uncategorized — arsyad1952 @ 12:07 pm

​DEMI MASA
Tak terasa, merangkak tapi pasti, waktu terus bergulir, usia terus bertambah, kesempatan hidup di dunia sementara, di dunia tidak tetap, di dunia hedonisme, makin  berkurang. Ibarat pengontrak rumah petakan, sebentar lagi kena ‘deadline’. Diusir, disuruh pindah oleh sang pemilik. Sono lu, waktu lu udah abis, ujar pemilik rumah kontrakan.

Jika sudah sampai waktuku, kata penyair Chairil Anwar, tentu aku tak lagi bisa merayu. Tidak juga kau. Perpindahan ke tempat tinggal yang tetap, ke dunia yang permanen, abadi, adalah suatu keniscayaan. Laa ilaahaillaa huwa yuhyi wa yumiit. Artinya, DIA yang menghadirkan dan DIA pula yang mengembalikan.

Bila sudah harus pindah, tentu harus ada yang harus kita boyong. Bukan ngeboyong emas permata, intan berlian, mobil mewah, duit berkarung-karung, isteri-isteri yang cantik jelita, dan sebagainya. Tidak. Karena semua itu berwujud dan bersifat kebendaan. Tapi yang diboyong adalah amal ibadah, perbuatan bajik, nilai ketaqwaan. Kita harus ngeboyong ini. Jangan sampai kita malah ngeboyong dosa. Juga jangan sampai diikutin dosa akibat perbuatan maksiat, mesum, durjana yang kita lakukan selama kita hidup di dunia materi, dunia sementara, dunia transit, dunia ecek2, dunia abal2.

Mari…., selama masa kontrak rumah belum habis, kita kumpulkan banyak-banyak, sebanyak mungkin, amal baik, amal ibadah, perbuatan mulia di sisi Allah swt, sebagai bekal bawaan, sebagai boyongan yang akan kita boyong pada saat kita pindah rumah, ke tempat tinggal yang abadi, rumah di surga.

Selamat menjalankan ibadah puasa Romadhon. Kiranya Allah swt senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran, hidayah dan taufikNya bagi kita selama berpuasa. Amin ya robbal alamiin.

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.